Galery

Galery

Kolaborasi Dengan Seni Budaya


Tulisan model kolaborasi ini diperuntukkan untuk pembelajaran peserta didik kelas X jurusan IPA. Kolaborasi pembelajaran yang dimaksud adalah kolaborasi pembelajaran yang dilakukan antara guru biologi dengan guru Seni dan Budaya .

Ketika guru biologi mengajak kolaborasi mengajar dengan guru Seni dan Budaya, terdapat kekhasan tersendiri. Ada hal yang menjadi dekat hubungan antara mapel biologi dan mapel Seni dan Budaya, yaitu keterkaitan antara isyu materi biologi dengan materi seni budaya diantaranya seni rupa, seni tari, seni musik, dan sei teater.

Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan guru biologi sebelum melakukan kolaborasi;

1. lakukan identifikasi KD pengetahuan dan keterampilan mapel Seni dan Budaya!
2. lakukan identifikasi keterkaitan materi atau isyu materi antara KD biologi dan Seni dan Budaya!
Berikut ini merupakan contoh hasil identifikasinya.

Setelah melakukan dua langkah di atas, guru mapel biologi segera diskusi dengan guru mapel Seni dan Budaya , tentunya dengan sepengetahuan pihak kurikulum sekolah.

Seni rupa
3.2 Mengangkat isyu karya materi seni biologi/ patung (lihat KD Biologi 3.7, 3.8, 3.9)

Seni Musik
3.2 Jenis lat musik dari tumbuhan dan hewan (lihat KD Biologi 3.8, 3.9)
3.3 Pentas musik tradisional dengan tema kampanye cinta lingkungan (lihat KD Biologi 3.1, 3.4)

Seni Tari
3.4 Mengenalkan bentuk dari gerak hewan (lihat KD Biologi 3.5, dan tari dengan tema kritik lingkungan (lihat KD Biologi 3.1, 3.11)

Seni Teater
3.2 Menyusun naskah lakon tentang cerita rakyat bertema mitologi tumbuhan (lihat KD Biologi 3.8, 3.4) dan hewan (lihat KD Biologi 3.5)
3.3 Pentas teater dengan cerita perubahan lingkungan (lihat KD Biologi 3.11)
3.4 Menganalisis teater cerita perubahan lingkungan (lihat KD Biologi 3.11)

Dengan adanya keterkaitan seperti yang tertera di atas, maka guru biologi hendaknya minta kepada guru Seni dan Budaya , untuk mengaitkan materi dan isyu materi di atas, ketika guru Seni dan Budaya   melakukan proses pembelajaran. Jika hal tersebut dapat berlangsung, maka para siswa jurusan IPA yang memilih mapel biologi menjadi mapel unggulan, akan terbantukan.

Kendala yang kemungkinan muncul ketika kolaborasi materi dan isyu materi pada guru mapel biologi dan Seni dan Budaya   adalah guru Seni dan Budaya  harus memahami materi masalah lingkungan, materi masalah yang ditimbulkan virus, materi masalah yang ditimbulkan bakteri, dan materi masalah-masalah perubahan lingkungan/ iklim.

Untuk itu, penting hadirnya pihak kurikulum sekolah dalam memfasilitasi hambatan dan kendala di atas. Selain itu, guru biologi yang bersangkutan hendaknya aktif dalam berkomunikasi dan menyiapkan/ menawarkan bahan-bahan materi yang  berkubungan dengan materi dan isyu materi di atas.

Pembelajaran kolaboratif di atas tidak hanya sebatas materi dan isyu materi saja. Pembelajaran ini dapat diperdalam dengan kolaboasi pembelajaran dalam satu kelas. Hanya saja pihak sekolah harus telah siap memiliki instrument penilaian yang mapan.

Semoga ide tentang terobosan kolaborasi pembelajaran antara guru biologi dan Seni dan Budaya  ini memberi kabar baik untuk mengembangkan potensi kolaboratif antar para guru. Hal ini menjadi penting. Mengapa penting? Karena salah satu keterampilan siswa di masa yang akan datang adalah memiliki keterampilan kolaboratif. Terlebih mereka yang ingin bercita mulia menjadikan disiplin biologi untuk digunakan mengabdi dan berbakti kepada masyarakat.

Guru harus mempraktikkan dan memberi teladan terhadap keterampilan kolaboratif, sebelum menawarkan keterampilan kolaboratif terhadap pada siswanya.

Selamat mencoba!!!

Blogger
Disqus

Tidak ada komentar