Galery

Galery
Kolaborasi Dengan Bahasa Indonesia

Kolaborasi Dengan Bahasa Indonesia



Tulisan model kolaborasi ini diperuntukkan untuk pembelajaran peserta didik kelas X jurusan IPA. Kolaborasi pembelajaran yang dimaksud adalah kolaborasi pembelajaran yang dilakukan antara guru biologi dengan guru bahasa indonesia.  

Ketika guru biologi mengajak kolaborasi mengajar dengan guru bahasa indonesia, terdapat kekhasan tersendiri. Ada hal yang menjadi dekat hubungan antara mapel biologi dan mapel bahasa indonesia, ilmu linguistiknya dalam memahami materi biologi. 

Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan guru biologi sebelum melakukan kolaborasi;

  1. lakukan identifikasi KD pengetahuan dan keterampilan mapel Bahasa Indonesia!
  2. lakukan identifikasi keterkaitan materi atau isyu materi antara KD biologi dan Bahasa Indonesia!
Berikut ini merupakan contoh hasil identifikasinya. 

3.1 Interpretasi hasil wawancara masalah biologi (lihat KD biologi 3.1)
3.2 Menganaisis konstruksi pada transkip wawancara masalah biologi (lihat KD biologi 3.2)
3.3 Mengidentifikasi hasil wawancara masalah biologi tentang permasalahan, argumentasi, pengetahuan, dan rekomendasi (lihat KD biologi 3.3)
3.8 Mengidentifikasi cerita rakyat tentang tumbuhan (lihat KD biologi 3.8)
3.9 Meringkas buku tentang virus, bakteri, jamur, hewan dan buku tentang perubahan lingkungan (lihat KD biologi 3.4, 3.5, 3,7, 3.9, 3.11)
3.10 Mengevaluasi tentang negosiasi pada poster bahaya virus (lihat KD biologi 3.3)
3.12 Materi debat dengan tema perubahan lingkungan (lihat KD biologi 3.11)
3.13. Menganalisis debat dengan tema permasalahan lingkungan (lihat KD biologi 3.11)
3.14 Biografi tokoh Biolog, dokter, penyuluh, penyelamat lingkungan, relawan penyelamat hewan langka (lihat KD biologi 3.1)
3.15 Menganalisis buku biologi tokoh biologi tentang aspek makna dan kebahasaanya (lihat KD biologi 3.1)
3.16 Menghadirkan puisi keprihatinan terhadap keadaan lingkungan (lihat KD biologi 3.1)

Setelah melakukan dua langkah di atas, guru mapel biologi segera diskusi dengan guru mapel Bahasa Indonesia, tentunya dengan sepengetahuan pihak kurikulum sekolah.

Dengan adanya keterkaitan seperti yang tertera di atas, maka guru biologi hendaknya minta kepada guru bahasa indonesia, untuk mengaitkan materi dan isyu materi di atas, ketika guru bahasa indonesia  melakukan proses pembelajaran. Jika hal tersebut dapat berlangsung, maka para siswa jurusan IPA yang memilih mapel biologi menjadi mapel unggulan, akan terbantukan. 

Kendala yang kemungkinan muncul ketika kolaborasi materi dan isyu materi pada guru mapel biologi dan bahasa indonesia  adalah guru bahasa indonesia harus memahami materi masalah lingkungan, materi masalah yang ditimbulkan virus, materi masalah yang ditimbulkan bakteri, dan materi masalah-masalah perubahan lingkungan/ iklim.

Untuk itu, penting hadirnya pihak kurikulum sekolah dalam memfasilitasi hambatan dan kendala di atas. Selain itu, guru biologi yang bersangkutan hendaknya aktif dalam berkomunikasi dan menyiapkan/ menawarkan bahan-bahan materi yang  berkubungan dengan materi dan isyu materi di atas.

Pembelajaran kolaboratif di atas tidak hanya sebatas materi dan isyu materi saja. Pembelajaran ini dapat diperdalam dengan kolaboasi pembelajaran dalam satu kelas. Hanya saja pihak sekolah harus telah siap memiliki instrument penilaian yang mapan.

Semoga ide tentang terobosan kolaborasi pembelajaran antara guru biologi dan bahasa indonesia ini memberi kabar baik untuk mengembangkan potensi kolaboratif antar para guru. Hal ini menjadi penting. Mengapa penting? Karena salah satu keterampilan siswa di masa yang akan datang adalah memiliki keterampilan kolaboratif. Terlebih mereka yang ingin bercita mulia menjadikan disiplin biologi untuk digunakan mengabdi dan berbakti kepada masyarakat.

Guru harus mempraktikkan dan memberi teladan terhadap keterampilan kolaboratif, sebelum menawarkan keterampilan kolaboratif terhadap pada siswanya.


Selamat mencoba!!!

Kolaborasi Dengan PPKn

Kolaborasi Dengan PPKn



Tulisan tentang model pembelajaran kolaboratif ini diperuntukkan untuk pembelajaran peserta didik kelas X jurusan IPA. Kolaborasi pembelajaran yang dimaksud adalah kolaborasi pembelajaran yang dilakukan antara guru biologi dengan guru PPKn.

Ketika guru biologi mengajak kolaborasi mengajar dengan guru PPKn, guru biologi perlu menyelami dunia PPKn.

Isyu dalam mata pelajaran PPKn yang kita kenal selama ini diantaranya isyu tentang dasar negara, ideologi nasioanl, dan pandangan hidup, landasan konstitusional kehidupan bermasyarakat, hingga perwujudan terhadap kesadaran atas keberagaman kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang utuh dan kohesif secara nasional dan harmonis dalam pergaulan antarbangsa.

Usai menyelami hal di atas, langkah-langkah yang perlu dilakukan guru biologi sebelum melakukan kolaborasi;

1. lakukan identifikasi KD pengetahuan dan keterampilan mapel PPKn!
2. lakukan identifikasi keterkaitan materi atau isyu materi antara KD biologi dan PPKn!

Berikut ini merupakan contoh hasil identifikasinya.

3.5 Isu materi tentang keanekaraman hayati dan bhinneka tunggal ika (lihat KD biologi 3.2)
3.6 Isu ancaman disintegrasi karena ketidak-adilan (munculnya perubahan lingakugan dan iklim) (lihat KD biologi 3.11)
3.7 Isu penguasaan kekayaan hayati dan wawasan nusantara (lihad KD biologi 3.2)

Setelah melakukan dua langkah di atas, guru mapel biologi segera diskusi dengan guru mapel PPKn, tentunya dengan sepengetahuan pihak kurikulum sekolah.

Dengan adanya keterkaitan seperti yang tertera di atas, maka guru biologi hendaknya minta kepada guru PPKn, untuk mengaitkan materi dan isyu materi di atas, ketika guru PPKn  melakukan proses pembelajaran. Jika hal tersebut dapat berlangsung, maka para siswa jurusan IPA yang memilih mapel biologi menjadi mapel unggulan, akan terbantukan.

Kendala yang kemungkinan muncul ketika kolaborasi materi dan isyu materi pada guru mapel biologi dan PPKn  adalah guru PPKn harus memahami materi masalah lingkungan, materi masalah yang ditimbulkan virus, materi masalah yang ditimbulkan bakteri, dan materi masalah-masalah perubahan lingkungan/ iklim.

Untuk itu, penting hadirnya pihak kurikulum sekolah dalam memfasilitasi hambatan dan kendala di atas. Selain itu, guru biologi yang bersangkutan hendaknya aktif dalam berkomunikasi dan menyiapkan/ menawarkan bahan-bahan materi yang  berkubungan dengan materi dan isyu materi di atas.

Pembelajaran kolaboratif di atas tidak hanya sebatas materi dan isyu materi saja. Pembelajaran ini dapat diperdalam dengan kolaboasi pembelajaran dalam satu kelas. Hanya saja pihak sekolah harus telah siap memiliki instrument penilaian yang mapan.

Semoga ide tentang terobosan kolaborasi pembelajaran antara guru biologi dan PPKn ini memberi kabar baik untuk mengembangkan potensi kolaboratif antar para guru. Hal ini menjadi penting. Mengapa penting? Karena salah satu keterampilan siswa di masa yang akan datang adalah memiliki keterampilan kolaboratif. Terlebih mereka yang ingin bercita mulia menjadikan disiplin biologi untuk digunakan mengabdi dan berbakti kepada masyarakat.

Guru harus mempraktikkan dan memberi teladan terhadap keterampilan kolaboratif, sebelum menawarkan keterampilan kolaboratif terhadap pada siswanya.

Kolaborasi Dengan Seni Budaya

Kolaborasi Dengan Seni Budaya


Tulisan model kolaborasi ini diperuntukkan untuk pembelajaran peserta didik kelas X jurusan IPA. Kolaborasi pembelajaran yang dimaksud adalah kolaborasi pembelajaran yang dilakukan antara guru biologi dengan guru Seni dan Budaya .

Ketika guru biologi mengajak kolaborasi mengajar dengan guru Seni dan Budaya, terdapat kekhasan tersendiri. Ada hal yang menjadi dekat hubungan antara mapel biologi dan mapel Seni dan Budaya, yaitu keterkaitan antara isyu materi biologi dengan materi seni budaya diantaranya seni rupa, seni tari, seni musik, dan sei teater.

Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan guru biologi sebelum melakukan kolaborasi;

1. lakukan identifikasi KD pengetahuan dan keterampilan mapel Seni dan Budaya!
2. lakukan identifikasi keterkaitan materi atau isyu materi antara KD biologi dan Seni dan Budaya!
Berikut ini merupakan contoh hasil identifikasinya.

Setelah melakukan dua langkah di atas, guru mapel biologi segera diskusi dengan guru mapel Seni dan Budaya , tentunya dengan sepengetahuan pihak kurikulum sekolah.

Seni rupa
3.2 Mengangkat isyu karya materi seni biologi/ patung (lihat KD Biologi 3.7, 3.8, 3.9)

Seni Musik
3.2 Jenis lat musik dari tumbuhan dan hewan (lihat KD Biologi 3.8, 3.9)
3.3 Pentas musik tradisional dengan tema kampanye cinta lingkungan (lihat KD Biologi 3.1, 3.4)

Seni Tari
3.4 Mengenalkan bentuk dari gerak hewan (lihat KD Biologi 3.5, dan tari dengan tema kritik lingkungan (lihat KD Biologi 3.1, 3.11)

Seni Teater
3.2 Menyusun naskah lakon tentang cerita rakyat bertema mitologi tumbuhan (lihat KD Biologi 3.8, 3.4) dan hewan (lihat KD Biologi 3.5)
3.3 Pentas teater dengan cerita perubahan lingkungan (lihat KD Biologi 3.11)
3.4 Menganalisis teater cerita perubahan lingkungan (lihat KD Biologi 3.11)

Dengan adanya keterkaitan seperti yang tertera di atas, maka guru biologi hendaknya minta kepada guru Seni dan Budaya , untuk mengaitkan materi dan isyu materi di atas, ketika guru Seni dan Budaya   melakukan proses pembelajaran. Jika hal tersebut dapat berlangsung, maka para siswa jurusan IPA yang memilih mapel biologi menjadi mapel unggulan, akan terbantukan.

Kendala yang kemungkinan muncul ketika kolaborasi materi dan isyu materi pada guru mapel biologi dan Seni dan Budaya   adalah guru Seni dan Budaya  harus memahami materi masalah lingkungan, materi masalah yang ditimbulkan virus, materi masalah yang ditimbulkan bakteri, dan materi masalah-masalah perubahan lingkungan/ iklim.

Untuk itu, penting hadirnya pihak kurikulum sekolah dalam memfasilitasi hambatan dan kendala di atas. Selain itu, guru biologi yang bersangkutan hendaknya aktif dalam berkomunikasi dan menyiapkan/ menawarkan bahan-bahan materi yang  berkubungan dengan materi dan isyu materi di atas.

Pembelajaran kolaboratif di atas tidak hanya sebatas materi dan isyu materi saja. Pembelajaran ini dapat diperdalam dengan kolaboasi pembelajaran dalam satu kelas. Hanya saja pihak sekolah harus telah siap memiliki instrument penilaian yang mapan.

Semoga ide tentang terobosan kolaborasi pembelajaran antara guru biologi dan Seni dan Budaya  ini memberi kabar baik untuk mengembangkan potensi kolaboratif antar para guru. Hal ini menjadi penting. Mengapa penting? Karena salah satu keterampilan siswa di masa yang akan datang adalah memiliki keterampilan kolaboratif. Terlebih mereka yang ingin bercita mulia menjadikan disiplin biologi untuk digunakan mengabdi dan berbakti kepada masyarakat.

Guru harus mempraktikkan dan memberi teladan terhadap keterampilan kolaboratif, sebelum menawarkan keterampilan kolaboratif terhadap pada siswanya.

Selamat mencoba!!!

Kolaborasi Dengan PenjasOrkes

Kolaborasi Dengan PenjasOrkes


Tulisan model kolaborasi ini diperuntukkan untuk pembelajaran peserta didik kelas X jurusan IPA. Kolaborasi pembelajaran yang dimaksud adalah kolaborasi pembelajaran yang dilakukan antara guru biologi dengan guru penjasorkes .

Ketika guru biologi mengajak kolaborasi mengajar dengan guru penjasorkes , terdapat kekhasan tersendiri. Ada hal yang menjadi dekat hubungan antara mapel biologi dan mapel penjasorkes yaitu ada keterkaitan isyu materinya.

Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan guru biologi sebelum melakukan kolaborasi;

1. lakukan identifikasi KD pengetahuan dan keterampilan mapel Penjasorkes !
2. lakukan identifikasi keterkaitan materi atau isyu materi antara KD biologi dan Penjasorkes !

Berikut ini merupakan contoh hasil identifikasinya.

3.9 Memasukkan materi tentang AID's saat pembelajaran olahraga (lihat KD biologi 3.4)
3.10 memasukan materi perundang-undangan tentang AID's saat pembelajaran olahraga (lihat KD biologi 3.4)

Setelah melakukan dua langkah di atas, guru mapel biologi segera diskusi dengan guru mapel Penjasorkes , tentunya dengan sepengetahuan pihak kurikulum sekolah.

Dengan adanya keterkaitan seperti yang tertera di atas, maka guru biologi hendaknya minta kepada guru penjasorkes , untuk mengaitkan materi dan isyu materi di atas, ketika guru penjasorkes   melakukan proses pembelajaran. Jika hal tersebut dapat berlangsung, maka para siswa jurusan IPA yang memilih mapel biologi menjadi mapel unggulan, akan terbantukan.

Kendala yang kemungkinan muncul ketika kolaborasi materi dan isyu materi pada guru mapel biologi dan penjasorkes   adalah guru penjasorkes  harus memahami materi masalah lingkungan, materi masalah yang ditimbulkan virus, materi masalah yang ditimbulkan bakteri, dan materi masalah-masalah perubahan lingkungan/ iklim.

Untuk itu, penting hadirnya pihak kurikulum sekolah dalam memfasilitasi hambatan dan kendala di atas. Selain itu, guru biologi yang bersangkutan hendaknya aktif dalam berkomunikasi dan menyiapkan/ menawarkan bahan-bahan materi yang  berkubungan dengan materi dan isyu materi di atas.

Pembelajaran kolaboratif di atas tidak hanya sebatas materi dan isyu materi saja. Pembelajaran ini dapat diperdalam dengan kolaboasi pembelajaran dalam satu kelas. Hanya saja pihak sekolah harus telah siap memiliki instrument penilaian yang mapan.

Semoga ide tentang terobosan kolaborasi pembelajaran antara guru biologi dan penjasorkes  ini memberi kabar baik untuk mengembangkan potensi kolaboratif antar para guru. Hal ini menjadi penting. Mengapa penting? Karena salah satu keterampilan siswa di masa yang akan datang adalah memiliki keterampilan kolaboratif. Terlebih mereka yang ingin bercita mulia menjadikan disiplin biologi untuk digunakan mengabdi dan berbakti kepada masyarakat.

Guru harus mempraktikkan dan memberi teladan terhadap keterampilan kolaboratif, sebelum menawarkan keterampilan kolaboratif terhadap pada siswanya.

Selamat mencoba!!!

Kolaborasi Dengan PAI & Budi Pekerti

Kolaborasi Dengan PAI & Budi Pekerti


Tulisan model kolaborasi ini diperuntukkan untuk pembelajaran peserta didik kelas X jurusan IPA. Kolaborasi pembelajaran yang dimaksud adalah kolaborasi pembelajaran yang dilakukan antara guru biologi dengan guru PAI & Budi Pekerti.  

Ketika guru biologi mengajak kolaborasi mengajar dengan guru PAI & Budi Pekerti, terdapat kekhasan tersendiri. Ada hal yang menjadi dekat hubungan antara mapel biologi dan mapel PAI & Budi Pekerti, ilmu PAI & Budi Pekerti dapat mengantarkan para siswa menjadi manusia yang memiliki tingkat kesalehan lingkungan yang tinggi. 

Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan guru biologi sebelum melakukan kolaborasi;

1. lakukan identifikasi KD pengetahuan dan keterampilan mapel PAI & Budi Pekerti!
2. lakukan identifikasi keterkaitan materi atau isyu materi antara KD biologi dan PAI & Budi Pekerti!

Berikut ini merupakan contoh hasil identifikasinya. 


1.2 Isyu tentang AID's karena akibat zina (lihat KD biologi 3.4)
1.3 Isyu tentang Tuhan menciptakan tumbuhan, manusia, ekosistem, pada materi Allah itu maha sempurna kekuatannya (lihat KD biologi 3.4, 3.8, 3.9)
3.1 Isyu AID's pada materi analisis QS. Mujahadah An Nfs tentang kontrol diri (lihat KD biologi 3.4)
3.2. Isyu tentang AID's pada materi QS. Al Is'ra dan An Nur
3.7 Menuntuk ilmu biologi
3.8 Ijtihat dengan melestarikan lingkungan

Setelah melakukan dua langkah di atas, guru mapel biologi segera diskusi dengan guru mapel PAI & Budi Pekerti, tentunya dengan sepengetahuan pihak kurikulum sekolah.

Dengan adanya keterkaitan seperti yang tertera di atas, maka guru biologi hendaknya minta kepada guru PAI & Budi Pekerti, untuk mengaitkan materi dan isyu materi di atas, ketika guru bahasa indonesia  melakukan proses pembelajaran. Jika hal tersebut dapat berlangsung, maka para siswa jurusan IPA yang memilih mapel biologi menjadi mapel unggulan, akan terbantukan. 

Kendala yang kemungkinan muncul ketika kolaborasi materi dan isyu materi pada guru mapel biologi dan PAI & Budi Pekerti adalah guru PAI & Budi Pekerti harus memahami materi masalah lingkungan, materi masalah yang ditimbulkan virus, materi masalah yang ditimbulkan bakteri, dan materi masalah-masalah perubahan lingkungan/ iklim.

Untuk itu, penting hadirnya pihak kurikulum sekolah dalam memfasilitasi hambatan dan kendala di atas. Selain itu, guru biologi yang bersangkutan hendaknya aktif dalam berkomunikasi dan menyiapkan/ menawarkan bahan-bahan materi yang  berkubungan dengan materi dan isyu materi di atas.

Pembelajaran kolaboratif di atas tidak hanya sebatas materi dan isyu materi saja. Pembelajaran ini dapat diperdalam dengan kolaboasi pembelajaran dalam satu kelas. Hanya saja pihak sekolah harus telah siap memiliki instrument penilaian yang mapan.

Semoga ide tentang terobosan kolaborasi pembelajaran antara guru biologi dan PAI & Budi Pekerti ini memberi kabar baik untuk mengembangkan potensi kolaboratif antar para guru. Hal ini menjadi penting. Mengapa penting? Karena salah satu keterampilan siswa di masa yang akan datang adalah memiliki keterampilan kolaboratif. Terlebih mereka yang ingin bercita mulia menjadikan disiplin biologi untuk digunakan mengabdi dan berbakti kepada masyarakat.

Guru harus mempraktikkan dan memberi teladan terhadap keterampilan kolaboratif, sebelum menawarkan keterampilan kolaboratif terhadap pada siswanya.

Selamat mencoba!!!



Kolaborasi Dengan Bahasa Inggris

Kolaborasi Dengan Bahasa Inggris


Ada kendala yang menarik saat peserta didik belajar bahasa inggris. Beberapa hal yang terkadang menjadi pembatas semangat belajar bahasa inggris dikarenakan adanya perbendaharaan kata, pengucapan, tekanan kata, tata bahasa dan aspek lainnya  yang mungkin tidak mudah untuk dipelajari. Hal ini karenakan bahasa Inggris memiliki perbedaan dalam banyak aspek dari bahasa ibu peserta didik.

Berlatar hal di atas, langkah kolaborasi dalam pembelajaran menjadi menarik, karena adanya daya dukung penjurusan disiplin ilmu yang dipilih oleh para peserta didik. Agar para siswa semakin menarik dalam belajar bahasa inggris, dan tentunya juga terjadi pada mata pelajaran yang lain, guru bahasa inggris hendaknya mengidentifikasi materi-materi berbasis penjurusan kelas yang relevan, kemudia digunakan pintu masuk dalam memulai pembelajaran. Misal saja dalam hal kolaborasi dengan guru biologi. Dengan adanya program kolaborasi mengajar guru biologi ini, guru bahasa inggris akan lebih mudah untuk melakukan identifikasi materi.

Karena program kolaborasi ini adalah program kolaborasi mapel biologi, maka pihak guru biologi harus lebih awal dalam menginisiasi berbagai hal yang hendak diharapkan kepada guru bahasa inggris.

Ketika guru biologi mengajak kolaborasi mengajar dengan guru PPKn, guru biologi perlu menyelami dunia PPKn.

Isyu dalam mata pelajaran PPKn yang kita kenal selama ini diantaranya isyu tentang dasar negara, ideologi nasioanl, dan pandangan hidup, landasan konstitusional kehidupan bermasyarakat, hingga perwujudan terhadap kesadaran atas keberagaman kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang utuh dan kohesif secara nasional dan harmonis dalam pergaulan antarbangsa.

Usai menyelami hal di atas, langkah-langkah yang perlu dilakukan guru biologi sebelum melakukan kolaborasi;

1. lakukan identifikasi KD pengetahuan dan keterampilan mapel bahasa inggris!
2. lakukan identifikasi keterkaitan materi atau isyu materi antara KD biologi dan bahasa inggris!

Berikut ini merupakan contoh hasil identifikasinya.

4.2 Menyusun teks tentang keanekaragaman hayati
3.4 Menghadirkan teks tenang jamur (lihat KD biologi 3.7), ekosistem (lihat KD biologi 3.10), dan perubahan lingkungan (lihat KD biologi 3.11)
3.5/4.5 Teks tentang pemberitahuan adanya proyek jamur di sekolah
3.6/ 4.6 Menghadirkan teks wawancara tentang masalah-masalah biologi/ lingkungan sekitar
3.8/ 4.8 Menghadirkan legenda tentang hewan (lihat KD biologi 3.5)
3.9/ 4.9 Menghadirkan lagu tentang pelestarian hayati / lingkungan

Setelah melakukan dua langkah di atas, guru mapel biologi segera diskusi dengan guru mapel PPKn, tentunya dengan sepengetahuan pihak kurikulum sekolah.

Dengan adanya keterkaitan seperti yang tertera di atas, maka guru biologi hendaknya minta kepada guru bahasa inggris, untuk mengaitkan materi dan isyu materi di atas, ketika guru bahasa inggris melakukan proses pembelajaran. Jika hal tersebut dapat berlangsung, maka para siswa jurusan IPA yang memilih mapel biologi menjadi mapel unggulan, akan terbantukan.

Kendala yang kemungkinan muncul ketika kolaborasi materi dan isyu materi pada guru mapel biologi dan bahasa inggris adalah guru bahasa inggris harus memahami materi masalah lingkungan, materi masalah yang ditimbulkan virus, materi masalah yang ditimbulkan bakteri, dan materi masalah-masalah perubahan lingkungan/ iklim.

Untuk itu, penting hadirnya pihak kurikulum sekolah dalam memfasilitasi hambatan dan kendala di atas. Selain itu, guru biologi yang bersangkutan hendaknya aktif dalam berkomunikasi dan menyiapkan/ menawarkan bahan-bahan materi yang  berkubungan dengan materi dan isyu materi di atas.

Pembelajaran kolaboratif di atas tidak hanya sebatas materi dan isyu materi saja. Pembelajaran ini dapat diperdalam dengan kolaboasi pembelajaran dalam satu kelas. Hanya saja pihak sekolah harus telah siap memiliki instrument penilaian yang mapan.

Semoga ide tentang terobosan kolaborasi pembelajaran antara guru biologi dan bahasa inggris ini memberi kabar baik untuk mengembangkan potensi kolaboratif antar para guru. Hal ini menjadi penting. Mengapa penting? Karena salah satu keterampilan siswa di masa yang akan datang adalah memiliki keterampilan kolaboratif. Terlebih mereka yang ingin bercita mulia menjadikan disiplin biologi untuk digunakan mengabdi dan berbakti kepada masyarakat.

Guru harus mempraktikkan dan memberi teladan terhadap keterampilan kolaboratif, sebelum menawarkan keterampilan kolaboratif terhadap pada siswanya.

Selamat mencoba !!!

Kolaborasi Dengan Sosiologi

Kolaborasi Dengan Sosiologi

Dokter teladan penjuang bangsa (abaikan gambar cewek ya)


Tulisan model kolaborasi ini diperuntukkan kelas X jurusan IPA yang para peserta didiknya mengambil sosiologi menjadi mapel lintas minat.

Ketika guru biologi mengajak kolaborasi mengajar dengan guru mapel sosiologi, terdapat kekhasan tersendiri. Ada dua hal yang menjadi dekat hubungan antara mapel biologi dan mapel soiologi. Pertama hubungan disiplin ilmu. Terdapat sub disiplin ilmu sosiologi yang sangat dekat dengan biologi, yaitu sosiobiologi. Sub disiplin ilmu sosiologi ini memandang bahwa struktur sosial masyakat dipengaruhi oleh genetik dan struktur tubuh mahluk hidup. Hal ini dapat dilihat adanya teori evolusi yang banyak mempengaruhi teori-teori perilaku sosial, misal teori evolusi Darwin yang kemudian dikembangkan oleh Wilson. Terlebih terdapat sosiolog yang juga banyak berlatar belakang disiplin ilmu biologi. Kedua, adanya karakter setiap displin ilmu membutuhkan perspektif sosiologis. Jadi untuk para guru mapel biologi atau guru mapel apapun, jangan tanggung-tanggung melakukan kolaborasi mengajar dengan guru mapel sosiologi.

Lantas dalam proses pembelajaran biologi, dimana titik temunya?

Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan guru biologi sebelum melakukan kolaborasi;
  1. lakukan identifikasi KD pengetahuan dan keterampilan mapel sosiologi!
  2. lakukan identifikasi keterkaitan materi atau isyu materi antara KD biologi dan sosiologi!

Setelah melakukan dua langkah di atas, guru mapel biologi segera diskusi dengan guru mapel sosiologi, tentunya dengan sepengetahuan pihak kurikulum sekolah.

Setidaknya ada tiga hal keterkaitan materi dan isyu materi pada mapel biologi dengan sosiologi;
  1. materi tentang masalah-masalah lingkungan pada materi masalah sosial (lihat KD biologi 3.1, 3.4, 3.10 kelas X). 
  2. materi tentang masalah virus dan bakteri yang menjadi masalah sosial (lihat KD biologi 3.4, 3.5 kelas X). 
  3. materi tentang perubahan lingkungan tnetang gejala sosial dalam masyarakat (lihat KD biologi kelas X). 
Dengan adanya keterkaitan seperti yang tertera di atas, maka guru biologi hendaknya minta kepada guru sosiologi, untuk mengaitkan materi dan isyu materi di atas, ketika guru sosiologi melakukan proses pembelajaran. Jika hal tersebut dapat berlangsung, maka para siswa jurusan IPA yang memilih mapel biologi menjadi mapel unggulan, akan terbantukan. Ibarat orang sakit diperhatikan dan dilayani oleh para dokter spesial yang profesional.

Kendala yang kemungkinan muncul ketika kolaborasi materi dan isyu materi pada guru mapel biologi dan sosiologi adalah guru sosiologi harus memahami materi masalah lingkungan, materi masalah yang ditimbulkan virus, materi masalah yang ditimbulkan bakteri, dan materi masalah-masalah perubahan lingkungan/ iklim.

Untuk itu, penting hadirnya pihak kurikulum sekolah dalam memfasilitasi hambatan dan kendala di atas. Selain itu, guru biologi yang bersangkutan hendaknya aktif dalam berkomunikasi dan menyiapkan/ menawarkan bahan-bahan materi yang  berkubungan dengan materi dan isyu materi di atas.

Pembelajaran kolaboratif di atas tidak hanya sebatas materi dan isyu materi saja. Pembelajaran ini dapat diperdalam dengan kolaboasi pembelajaran dalam satu kelas. Hanya saja pihak sekolah harus telah siap memiliki instrument penilaian yang mapan.

Semoga ide tentang terobosan kolaborasi pembelajaran antara guru biologi dan sosiologi ini memberi kabar baik untuk mengembangkan potensi kolaboratif antar para guru. Hal ini menjadi penting. Mengapa penting? Karena salah satu keterampilan siswa di masa yang akan datang adalah memiliki keterampilan kolaboratif. Terlebih mereka yang ingin bercita mulia menjadikan disiplin biologi untuk digunakan mengabdi dan berbakti kepada masyarakat.

Guru harus mempraktikkan dan memberi teladan terhadap keterampilan kolaboratif, sebelum menawarkan keterampilan kolaboratif terhadap pada siswanya.

Selamat mencoba!!!

Sumber: http://www.kompasiana.com/es_lodheng/pembelajaran-kolaboratif_59609acff1334453ba304b72