
Kolaborasi Dengan Bahasa Indonesia
pada Juli 07, 2017
Tulisan model kolaborasi ini diperuntukkan untuk pembelajaran peserta didik kelas X jurusan IPA. Kolaborasi pembelajaran yang dimaksud adalah kolaborasi pembelajaran yang dilakukan antara guru biologi dengan guru bahasa indonesia.
Ketika guru biologi mengajak kolaborasi mengajar dengan guru bahasa indonesia, terdapat kekhasan tersendiri. Ada hal yang menjadi dekat hubungan antara mapel biologi dan mapel bahasa indonesia, ilmu linguistiknya dalam memahami materi biologi.
Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan guru biologi sebelum melakukan kolaborasi;
- lakukan identifikasi KD pengetahuan dan keterampilan mapel Bahasa Indonesia!
- lakukan identifikasi keterkaitan materi atau isyu materi antara KD biologi dan Bahasa Indonesia!
Berikut ini merupakan contoh hasil identifikasinya.
3.1 Interpretasi hasil wawancara masalah biologi (lihat KD biologi 3.1)
3.2 Menganaisis konstruksi pada transkip wawancara masalah biologi (lihat KD biologi 3.2)
3.3 Mengidentifikasi hasil wawancara masalah biologi tentang permasalahan, argumentasi, pengetahuan, dan rekomendasi (lihat KD biologi 3.3)
3.8 Mengidentifikasi cerita rakyat tentang tumbuhan (lihat KD biologi 3.8)
3.9 Meringkas buku tentang virus, bakteri, jamur, hewan dan buku tentang perubahan lingkungan (lihat KD biologi 3.4, 3.5, 3,7, 3.9, 3.11)
3.10 Mengevaluasi tentang negosiasi pada poster bahaya virus (lihat KD biologi 3.3)
3.12 Materi debat dengan tema perubahan lingkungan (lihat KD biologi 3.11)
3.13. Menganalisis debat dengan tema permasalahan lingkungan (lihat KD biologi 3.11)
3.14 Biografi tokoh Biolog, dokter, penyuluh, penyelamat lingkungan, relawan penyelamat hewan langka (lihat KD biologi 3.1)
3.15 Menganalisis buku biologi tokoh biologi tentang aspek makna dan kebahasaanya (lihat KD biologi 3.1)
3.16 Menghadirkan puisi keprihatinan terhadap keadaan lingkungan (lihat KD biologi 3.1)Setelah melakukan dua langkah di atas, guru mapel biologi segera diskusi dengan guru mapel Bahasa Indonesia, tentunya dengan sepengetahuan pihak kurikulum sekolah.
Dengan adanya keterkaitan seperti yang tertera di atas, maka guru biologi hendaknya minta kepada guru bahasa indonesia, untuk mengaitkan materi dan isyu materi di atas, ketika guru bahasa indonesia melakukan proses pembelajaran. Jika hal tersebut dapat berlangsung, maka para siswa jurusan IPA yang memilih mapel biologi menjadi mapel unggulan, akan terbantukan.
Kendala yang kemungkinan muncul ketika kolaborasi materi dan isyu materi pada guru mapel biologi dan bahasa indonesia adalah guru bahasa indonesia harus memahami materi masalah lingkungan, materi masalah yang ditimbulkan virus, materi masalah yang ditimbulkan bakteri, dan materi masalah-masalah perubahan lingkungan/ iklim.
Untuk itu, penting hadirnya pihak kurikulum sekolah dalam memfasilitasi hambatan dan kendala di atas. Selain itu, guru biologi yang bersangkutan hendaknya aktif dalam berkomunikasi dan menyiapkan/ menawarkan bahan-bahan materi yang berkubungan dengan materi dan isyu materi di atas.
Pembelajaran kolaboratif di atas tidak hanya sebatas materi dan isyu materi saja. Pembelajaran ini dapat diperdalam dengan kolaboasi pembelajaran dalam satu kelas. Hanya saja pihak sekolah harus telah siap memiliki instrument penilaian yang mapan.
Semoga ide tentang terobosan kolaborasi pembelajaran antara guru biologi dan bahasa indonesia ini memberi kabar baik untuk mengembangkan potensi kolaboratif antar para guru. Hal ini menjadi penting. Mengapa penting? Karena salah satu keterampilan siswa di masa yang akan datang adalah memiliki keterampilan kolaboratif. Terlebih mereka yang ingin bercita mulia menjadikan disiplin biologi untuk digunakan mengabdi dan berbakti kepada masyarakat.
Guru harus mempraktikkan dan memberi teladan terhadap keterampilan kolaboratif, sebelum menawarkan keterampilan kolaboratif terhadap pada siswanya.
Selamat mencoba!!!
Kendala yang kemungkinan muncul ketika kolaborasi materi dan isyu materi pada guru mapel biologi dan bahasa indonesia adalah guru bahasa indonesia harus memahami materi masalah lingkungan, materi masalah yang ditimbulkan virus, materi masalah yang ditimbulkan bakteri, dan materi masalah-masalah perubahan lingkungan/ iklim.
Untuk itu, penting hadirnya pihak kurikulum sekolah dalam memfasilitasi hambatan dan kendala di atas. Selain itu, guru biologi yang bersangkutan hendaknya aktif dalam berkomunikasi dan menyiapkan/ menawarkan bahan-bahan materi yang berkubungan dengan materi dan isyu materi di atas.
Pembelajaran kolaboratif di atas tidak hanya sebatas materi dan isyu materi saja. Pembelajaran ini dapat diperdalam dengan kolaboasi pembelajaran dalam satu kelas. Hanya saja pihak sekolah harus telah siap memiliki instrument penilaian yang mapan.
Semoga ide tentang terobosan kolaborasi pembelajaran antara guru biologi dan bahasa indonesia ini memberi kabar baik untuk mengembangkan potensi kolaboratif antar para guru. Hal ini menjadi penting. Mengapa penting? Karena salah satu keterampilan siswa di masa yang akan datang adalah memiliki keterampilan kolaboratif. Terlebih mereka yang ingin bercita mulia menjadikan disiplin biologi untuk digunakan mengabdi dan berbakti kepada masyarakat.
Guru harus mempraktikkan dan memberi teladan terhadap keterampilan kolaboratif, sebelum menawarkan keterampilan kolaboratif terhadap pada siswanya.
Selamat mencoba!!!


