Kolaborasi Dengan PenjasOrkes
pada Jumat, 07 Juli 2017
Tulisan model kolaborasi ini diperuntukkan untuk pembelajaran peserta didik kelas X jurusan IPA. Kolaborasi pembelajaran yang dimaksud adalah kolaborasi pembelajaran yang dilakukan antara guru biologi dengan guru penjasorkes .
Ketika guru biologi mengajak kolaborasi mengajar dengan guru penjasorkes , terdapat kekhasan tersendiri. Ada hal yang menjadi dekat hubungan antara mapel biologi dan mapel penjasorkes yaitu ada keterkaitan isyu materinya.
Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan guru biologi sebelum melakukan kolaborasi;
1. lakukan identifikasi KD pengetahuan dan keterampilan mapel Penjasorkes !
2. lakukan identifikasi keterkaitan materi atau isyu materi antara KD biologi dan Penjasorkes !
Berikut ini merupakan contoh hasil identifikasinya.
3.9 Memasukkan materi tentang AID's saat pembelajaran olahraga (lihat KD biologi 3.4)
3.10 memasukan materi perundang-undangan tentang AID's saat pembelajaran olahraga (lihat KD biologi 3.4)
Setelah melakukan dua langkah di atas, guru mapel biologi segera diskusi dengan guru mapel Penjasorkes , tentunya dengan sepengetahuan pihak kurikulum sekolah.
Dengan adanya keterkaitan seperti yang tertera di atas, maka guru biologi hendaknya minta kepada guru penjasorkes , untuk mengaitkan materi dan isyu materi di atas, ketika guru penjasorkes melakukan proses pembelajaran. Jika hal tersebut dapat berlangsung, maka para siswa jurusan IPA yang memilih mapel biologi menjadi mapel unggulan, akan terbantukan.
Kendala yang kemungkinan muncul ketika kolaborasi materi dan isyu materi pada guru mapel biologi dan penjasorkes adalah guru penjasorkes harus memahami materi masalah lingkungan, materi masalah yang ditimbulkan virus, materi masalah yang ditimbulkan bakteri, dan materi masalah-masalah perubahan lingkungan/ iklim.
Untuk itu, penting hadirnya pihak kurikulum sekolah dalam memfasilitasi hambatan dan kendala di atas. Selain itu, guru biologi yang bersangkutan hendaknya aktif dalam berkomunikasi dan menyiapkan/ menawarkan bahan-bahan materi yang berkubungan dengan materi dan isyu materi di atas.
Pembelajaran kolaboratif di atas tidak hanya sebatas materi dan isyu materi saja. Pembelajaran ini dapat diperdalam dengan kolaboasi pembelajaran dalam satu kelas. Hanya saja pihak sekolah harus telah siap memiliki instrument penilaian yang mapan.
Semoga ide tentang terobosan kolaborasi pembelajaran antara guru biologi dan penjasorkes ini memberi kabar baik untuk mengembangkan potensi kolaboratif antar para guru. Hal ini menjadi penting. Mengapa penting? Karena salah satu keterampilan siswa di masa yang akan datang adalah memiliki keterampilan kolaboratif. Terlebih mereka yang ingin bercita mulia menjadikan disiplin biologi untuk digunakan mengabdi dan berbakti kepada masyarakat.
Guru harus mempraktikkan dan memberi teladan terhadap keterampilan kolaboratif, sebelum menawarkan keterampilan kolaboratif terhadap pada siswanya.
Selamat mencoba!!!
