Kolaborasi Dengan PAI & Budi Pekerti
pada Jumat, 07 Juli 2017
Tulisan model kolaborasi ini diperuntukkan untuk pembelajaran peserta didik kelas X jurusan IPA. Kolaborasi pembelajaran yang dimaksud adalah kolaborasi pembelajaran yang dilakukan antara guru biologi dengan guru PAI & Budi Pekerti.
Ketika guru biologi mengajak kolaborasi mengajar dengan guru PAI & Budi Pekerti, terdapat kekhasan tersendiri. Ada hal yang menjadi dekat hubungan antara mapel biologi dan mapel PAI & Budi Pekerti, ilmu PAI & Budi Pekerti dapat mengantarkan para siswa menjadi manusia yang memiliki tingkat kesalehan lingkungan yang tinggi.
Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan guru biologi sebelum melakukan kolaborasi;
1. lakukan identifikasi KD pengetahuan dan keterampilan mapel PAI & Budi Pekerti!
2. lakukan identifikasi keterkaitan materi atau isyu materi antara KD biologi dan PAI & Budi Pekerti!
Berikut ini merupakan contoh hasil identifikasinya.
1.2 Isyu tentang AID's karena akibat zina (lihat KD biologi 3.4)
1.3 Isyu tentang Tuhan menciptakan tumbuhan, manusia, ekosistem, pada materi Allah itu maha sempurna kekuatannya (lihat KD biologi 3.4, 3.8, 3.9)
3.1 Isyu AID's pada materi analisis QS. Mujahadah An Nfs tentang kontrol diri (lihat KD biologi 3.4)
3.2. Isyu tentang AID's pada materi QS. Al Is'ra dan An Nur
3.7 Menuntuk ilmu biologi
3.8 Ijtihat dengan melestarikan lingkungan
Setelah melakukan dua langkah di atas, guru mapel biologi segera diskusi dengan guru mapel PAI & Budi Pekerti, tentunya dengan sepengetahuan pihak kurikulum sekolah.
Dengan adanya keterkaitan seperti yang tertera di atas, maka guru biologi hendaknya minta kepada guru PAI & Budi Pekerti, untuk mengaitkan materi dan isyu materi di atas, ketika guru bahasa indonesia melakukan proses pembelajaran. Jika hal tersebut dapat berlangsung, maka para siswa jurusan IPA yang memilih mapel biologi menjadi mapel unggulan, akan terbantukan.
Kendala yang kemungkinan muncul ketika kolaborasi materi dan isyu materi pada guru mapel biologi dan PAI & Budi Pekerti adalah guru PAI & Budi Pekerti harus memahami materi masalah lingkungan, materi masalah yang ditimbulkan virus, materi masalah yang ditimbulkan bakteri, dan materi masalah-masalah perubahan lingkungan/ iklim.
Untuk itu, penting hadirnya pihak kurikulum sekolah dalam memfasilitasi hambatan dan kendala di atas. Selain itu, guru biologi yang bersangkutan hendaknya aktif dalam berkomunikasi dan menyiapkan/ menawarkan bahan-bahan materi yang berkubungan dengan materi dan isyu materi di atas.
Pembelajaran kolaboratif di atas tidak hanya sebatas materi dan isyu materi saja. Pembelajaran ini dapat diperdalam dengan kolaboasi pembelajaran dalam satu kelas. Hanya saja pihak sekolah harus telah siap memiliki instrument penilaian yang mapan.
Semoga ide tentang terobosan kolaborasi pembelajaran antara guru biologi dan PAI & Budi Pekerti ini memberi kabar baik untuk mengembangkan potensi kolaboratif antar para guru. Hal ini menjadi penting. Mengapa penting? Karena salah satu keterampilan siswa di masa yang akan datang adalah memiliki keterampilan kolaboratif. Terlebih mereka yang ingin bercita mulia menjadikan disiplin biologi untuk digunakan mengabdi dan berbakti kepada masyarakat.
Guru harus mempraktikkan dan memberi teladan terhadap keterampilan kolaboratif, sebelum menawarkan keterampilan kolaboratif terhadap pada siswanya.
Selamat mencoba!!!
Ketika guru biologi mengajak kolaborasi mengajar dengan guru PAI & Budi Pekerti, terdapat kekhasan tersendiri. Ada hal yang menjadi dekat hubungan antara mapel biologi dan mapel PAI & Budi Pekerti, ilmu PAI & Budi Pekerti dapat mengantarkan para siswa menjadi manusia yang memiliki tingkat kesalehan lingkungan yang tinggi.
Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan guru biologi sebelum melakukan kolaborasi;
1. lakukan identifikasi KD pengetahuan dan keterampilan mapel PAI & Budi Pekerti!
2. lakukan identifikasi keterkaitan materi atau isyu materi antara KD biologi dan PAI & Budi Pekerti!
Berikut ini merupakan contoh hasil identifikasinya.
1.2 Isyu tentang AID's karena akibat zina (lihat KD biologi 3.4)
1.3 Isyu tentang Tuhan menciptakan tumbuhan, manusia, ekosistem, pada materi Allah itu maha sempurna kekuatannya (lihat KD biologi 3.4, 3.8, 3.9)
3.1 Isyu AID's pada materi analisis QS. Mujahadah An Nfs tentang kontrol diri (lihat KD biologi 3.4)
3.2. Isyu tentang AID's pada materi QS. Al Is'ra dan An Nur
3.7 Menuntuk ilmu biologi
3.8 Ijtihat dengan melestarikan lingkungan
Setelah melakukan dua langkah di atas, guru mapel biologi segera diskusi dengan guru mapel PAI & Budi Pekerti, tentunya dengan sepengetahuan pihak kurikulum sekolah.
Dengan adanya keterkaitan seperti yang tertera di atas, maka guru biologi hendaknya minta kepada guru PAI & Budi Pekerti, untuk mengaitkan materi dan isyu materi di atas, ketika guru bahasa indonesia melakukan proses pembelajaran. Jika hal tersebut dapat berlangsung, maka para siswa jurusan IPA yang memilih mapel biologi menjadi mapel unggulan, akan terbantukan.
Kendala yang kemungkinan muncul ketika kolaborasi materi dan isyu materi pada guru mapel biologi dan PAI & Budi Pekerti adalah guru PAI & Budi Pekerti harus memahami materi masalah lingkungan, materi masalah yang ditimbulkan virus, materi masalah yang ditimbulkan bakteri, dan materi masalah-masalah perubahan lingkungan/ iklim.
Untuk itu, penting hadirnya pihak kurikulum sekolah dalam memfasilitasi hambatan dan kendala di atas. Selain itu, guru biologi yang bersangkutan hendaknya aktif dalam berkomunikasi dan menyiapkan/ menawarkan bahan-bahan materi yang berkubungan dengan materi dan isyu materi di atas.
Pembelajaran kolaboratif di atas tidak hanya sebatas materi dan isyu materi saja. Pembelajaran ini dapat diperdalam dengan kolaboasi pembelajaran dalam satu kelas. Hanya saja pihak sekolah harus telah siap memiliki instrument penilaian yang mapan.
Semoga ide tentang terobosan kolaborasi pembelajaran antara guru biologi dan PAI & Budi Pekerti ini memberi kabar baik untuk mengembangkan potensi kolaboratif antar para guru. Hal ini menjadi penting. Mengapa penting? Karena salah satu keterampilan siswa di masa yang akan datang adalah memiliki keterampilan kolaboratif. Terlebih mereka yang ingin bercita mulia menjadikan disiplin biologi untuk digunakan mengabdi dan berbakti kepada masyarakat.
Guru harus mempraktikkan dan memberi teladan terhadap keterampilan kolaboratif, sebelum menawarkan keterampilan kolaboratif terhadap pada siswanya.
Selamat mencoba!!!